Pamor Keris
Ini pula yang mungkin menjadi dasar Empu diwilayah Nusantara (Khususnya Jawa) yang mengolah cara pencampuran berbagai logam sehingga terbentu pamor yang indah dan bernilai seni tinggi.
Bahan pamor ini oleh kebanyakan penulis dari barat dikatakan dari bahan Nikel, padahal ini salah sama sekali karena berdasarkan penelitian oleh Bapak. Haryono Aroembinang MSc (alm) dan beberapa ahli di BATAN Jogjakarta didapat bukti bahwa bahan itu adalah Titanium, suatu bahan yang baru pada abad 20 digunakan sebagai bahan pelapis kendaraan angkasa luar, padahal empu kita sudah menggunakannya dari dulu.
Ini diterangkan sebagai berikut, ketika meteor masuk ke atmosfir bumi maka sebagian besar bahan tembaga, besi, nikel, timbel, kuningan terbakar hancur dan hanya titanium yang bertahan sampai bumi. Bahan baku pamor dahulu dibuat dari meteor yang terdapat dibumi sehingga keris jaman dulu banyak mengandung Titanium dan beratnya juga ringan. Terkenal dulu bahan pamor dari Luwu, Sulawesi Selatan yang dibawa oleh pedagang dari Bugis.
Bahan Pamor yang paling terkenal adalah Pamor Prambanan, saat ini ada di Kraton Surakarta diberi nama Kanjeng Kyai Pamor dan ukurannya sekarang tinggal sekitar 60x60x80 Cm sebesar meja kecil karena sudah banyak digunakan empu membuat karis pesanan dari Kraton. Setelah bahan meteorit susah didapat, barulah bahan Nikel digunakan, sehingga keris saat ini bobot nya biasanya lebih berat dari keris kuno.
sumber: pdffactory.com
Rincian Bagian Keris
Rincikan Keris adalah perincian dari bagian-bagian sebilah keris dengan istilah-istilah yang telah ada turun-temurun. Ricikan sebilah keris dapat dianalogikan dengan suku cadang atau komponen mobil. Di antara komponen mobil ada yang namanya piston, gardan, bumper, pelek, dashboard, altenator, dsb. Demikian pula, tiap bagian keris yang berlainan bentuknya berlainan pula namanya.
Rincikan keris juga merupakan variasi dari sebilah keris untuk dapat disebut dhapurnya. Misalnya pada keris sederhana dhapur Brojol hanya memiliki rincikan Blumbangan atau pejetan saja. Sedangkan Dhapur Sepaner adalah memiliki rincikan sekar kacang, tikel alis, sraweyan, sogokan dan greneng. Setiap nama dhapur keris ditentukan oleh adanya Rincikan keris dan bilah lurus atau bentuk luknya.
Secara garis besar, sebilah keris dapat dibagi atas tiga bagian yakni bagian bilah atau wilahan, bagian ganja dan bagian pesi. Bagian wilahan juga dapat dibagi tiga, yakni bagian pucukan yang paling atas, awak-awak atau tengah dan sor-soran atau bidang bawah. Pada bagian sor-soran inilah ricikan keris paling banyak ditempatkan.
Nama-nama ricikan keris adalah:
1. Pesi
2. Metuk
3. Gonjo
4. Greneng
5. Rondo Nunut
6. Buntut Cecak
7. Punukan
8. Dho
9. Ri Pandan (8+9 = Ron Dho)
10. Tingil
11. Sraweyan
12. Bungkul
13. Janur
14. Sogokan (ada yang rangkap ada yang depan saja)
15. Poyuhan
16. Pejetan/Blumbangan
17. Gandik
18. Tikel Alis
19. Jenggot
20. Sekar Kacang atau Kembang Kacang
21. Jalen
22. Lambe Gajah
23. Pundak atau Sumping
24. Pudak Sa'tegal Depan
25. Pudak Sa'tegal Belakang
26. Adha-adha atau Geger Sapi
27. Lis-lisan
28. Gusen
29. Kruwingan atau Gulo Milir
30. Kruwingan Cucuk Manuk
31. Pucukan Mbuntut Tumo
32. Pucukan Anggabah Kopong
33. Sogokan Sampir atau Sinebo
34. Bawang Sebungkul
35. Sekar Kacang Pogok
36. Lambe Gajah Rangkep
37. Gonjo Wuwung
38. Gonjo Kelap Lintah
39. Gonjo Wilut
40. Kanyut
41. Wetengan Gonjo
42. Sirah Cecak
43. Buntut Cecak Sebit Lontar
44. Sirak Cecak Melinjo atau Nyangkem Kodok
45. Buntut Cecak Nguceng Mati
46. Gandik Pethuk atau Laler Mengeng
47. Mendak
48. Ukir atau Deder
49. Kinatah emas
Untuk pengetahuan perkerisan, baik sebagai kolektor atau pemerhati, ricikan keris walaupun merupakan pengetahuan dasar menjadi sangat penting karena setidaknya dapat untuk membedakan jenis-jenis Dhapur. Seseorang tidak akan mungkin mengetahui nama dapur bilamana ia tidak hafal terhadap ricikan keris ini.
sumber:javakeris.com
Apa Yang Sebenarnya Anda Harapkan Dari Sebuah Pusaka?
Ada semacam piweling atau perkataan bijak para orang-orang tua terdahulu (leluhur),bahwa keris atau tosan aji lainya itu hidup dengan makna mampu menghidupi.dengan cara bagai mana? bagi sang empu dan panjak bahkan tukang ubub(memompa api)bisa menjadi sumber penghidupan, dengan menarik ongkos jasa pembuatan.bagi para pengrajin warangka,pendhok,mendhak,deder/ukiran, juga bisa menjadi sumber pendapatan.
Dari sekelumit uraian di atas maka bisa kita sedikit simpulkan bahwa keris tidak bisa menjadikan kita kaya, pasti secara langsung tidak bisa kecuali kita todongkan keris untuk menyerahkan sedikit uang. Itu namanya merampok! jelas perbuatan yang tidak terpuji dan beresiko lagi bisa-bisa ketangkap polisi! Ada juga keris yang diproses katanya??? keris bisa melipat gandakan uang! menurut saya ini hanya akal-akalan si penipu! paling yang digunakan trik sulap yang dikemas secara supranatural agar kelihatan magis. Jikalau ada berita itu agar orang lebih populer dan terkesan terlihat sakti dimata orang, jika anda percaya maka anda akan bisa diperdaya sebab diri anda sudah tersugesti.
Baca selengkapnya »
Istilah Dalam Keris Pusaka
Keris pusaka legendaris hasil jerih payah nenek moyang bangsa Indonesia pada umumnya terbuat dari paduan berbagai logam dan juga bukan logam yang memiliki sifat mekanik yang baik.
Paduan logam dan bukan logam tersebut dibentuk menjadi sebuah senjata tajam. Namun sebelumnya dilakukan penguatan terhadap bahan paduan tersebut baik dengan heat treatmen maupun dengan perlakuan fisik seperti pada posting cara pembuatan keris pusaka yang lalu.
Nenek moyang kita pada umumnya membuat senjata berupa keris berbentuk lurus, pipih, panjang, dan semua bagian tepinya tajam serta pada bagian ujung berbentuk lancip.
Pada dasarnya nenek moyang kita menciptakan benda pusaka berbentuk keris ini berfungsi sebagai media berperang untuk melawan musuh di medan laga.
Bentuk pusaka yang semua tepinya tajam diharapkan dapat lebih optimal dalam penggunaannya yaitu meyerang lawan.
Bagian tepi yang tajam berfungsi untuk memotong atau memangkas lawan.
Sedangkan bagian ujung dengan bentuk yang runcing berfungsi untuk menusuk lawan.
Dengan berkembangnya pemikiran dari nenek moyang kita dalam hal teknologi pembuatan keris pusaka, memunculkan bentuk pusaka yang agak berbeda dari kebanyakan yaitu sebuah keris dengan bentuk luk atau berlekok-lekok.
Luk dari keris pusaka juga sangat banyak variasinya, ada keris luk 1, keris luk 2, keris luk 3, dan sebagainya yang dapat ditandai dengan jumlah luk yang dipergunakan pada keris tersebut.
Sekarang, keris dengan luk memiliki nilai estetika tersendiri dalam perkembangannya.
Namun ternyata dibalik berbentuk luk tersimpan keistimewaan yang sangat luar biasa. Disamping menambah nilai estetika keris juga dapat meningkatkan efisiensi penggunaan keris pusaka.
Artinya keris pusaka lebih mampu untuk melakukan perlawanan terhadap musuh seperti penusukan, penggiresan dan pemotongan.
Hal ini disebabkan adanya kompleksitas mata tajam dari keris pusaka dengan bentuk luk tersebut.
Sebagai contoh sebuah keris pusaka dengan bentuk luk dipergunakan untuk melakukan tusukan pada lawan (gerak lurus menuju tubuh lawan).
Dalam hal ini keris pusaka meskipun bekerja dalam tusukan dalam arah mendatar juga bekerja proses pemotongan dan penggoresan pada bagian tepi keris. Proses ini tidak dimiliki oleh keris berbentuk lurus yang hanya bekerja untuk penggoresan pada bagian tepinya.
Kekuatan Gaib dan Pembuatan Keris Pusaka Jawa
Kekuatan Non-Fisik (Kekuatan Gaib) Keris Pusaka Jawa
Senjata tajam tradisional yang sangat popular bagi orang Jawa adalah keris. Bagi orang jawa khususnya, keris merupakan sebuah benda pusaka yang telah diakui memiliki kekuatan tertentu. Kekuatan fisik dan kekuatan non-fisik.
Kekuatan fisik dari sebuah keris yaitu mampu menahan beban tekan, tekuk (bending), beban kejut, beban impak dan beban puntir.
Kekuatan fisik ini diperoleh karena sebuah keris diciptakan dari material pilihan dan mengaplikasikan perlakuan pemanasan (heat treatment) yang baik.
Bentuk material pilihan adalah material penyusun benda pusaka ini mayoritas berasal dari benda angkasa luar yang jatuh ke permukaan bumi yang disebut dengan meteor.
Mengapa nenek moyang kita dahulu dalam membuat sebuah keris dipilih dari bahan meteor?
Telah kita ketahui bersama bahwa meteor adalah benda langit baik itu bintang, planet maupun satelit yang jatuh ke permukaan bumi yang dalam proses perjalanannya mengalami gesekan antara body benda langit dengan udara yang ada disekitarnya.
Semakin lama waktu yang dibutuhkan meteor untuk menuju ke bumi akan semakin bertambah kecepatannya, karena kecepatan jatuh meteor berbanding lurus dengan gaya gravitasi bumi.
Akibat kecepatan yang sangat tinggi ini mengakibatkan gaya gesek antara permukaan meteor dengan udara sekitar mengalami peningkatan juga. Sedangkan efek dari kedua benda yang mengalami gesekan adalah timbulnya kenaikan temperatur yang sebanding dengan besar gaya gesek yang diterimanya.
Gaya gesek antara permukaan meteor dengan udara sekitar sangat tinggi sehingga permukaan meteor akan terbakar dengan temperatur yang semakin meningkat.
Maka sangatlah tepat sekali apabila benda langit ini dipergunakan sebagai material dasar untuk membuat sebuah benda pusaka berupa keris.
Kekuatan dari sebuah keris tidak hanya berasal dari kekuatan fisik saja namun ada kekuatan non-fisik yang memperkuat kekuatan fisik dari sebuah keris.
Kekuatan fisik dari sebuah keris berasal dari kekuatan material penyusun keris tersebut.
Sedangkan kekuatan nan-fisik dari sebuah keris tidaklah benar kalau penyebabnya adalah material penyusun benda pusaka meskipun berasal dari langit sekalipun. Akan tetapi lebih dimungkinkan adanya mahluk gaib yang bersarang di dakam pusaka keris tersebut.
Mahluk gaib (dikenal dengan nama jin) tersebut berada pada dimensi imajiner sehingga bagi orang-orang tertentu (yang dapat memasuki dimensi imajiner) dapat melihatnya.
Mahluk inilah yang mempengaruhi kekuatan sebuah keris yang tidak bergantung pada jenis material yang diaplikasikan. Dengan kekuatan tersebut maka sebuah keris mampu untuk mempengaruhi emosional si pemilik/pemegang keris tersebut, seperti menjadi lebih pemberani.
Kekuatan non-fisik sebuah keris dapat juga berupa keris dapat bergetar sendiri apabila ada seorang atau hewan buas yang siap untuk menikam pemegang keris pusaka tersebut. Maka setiap keris yang diyakini memiliki kekuatan non-fisik pasti dilakukan ritual-ritual khusus terutama setiap Bulan Suro.
Ritual-ritual tersebut merupakan salah satu komunikasi antara keris pusaka dan mahluk berdimensi imajiner dengan perantara pemilik keris.
Sehingga dengan dilakukannya ritual tersebut sebenarnya akan menambah kekuatan non-fisik sebuah benda pusaka berupa keris tersebut.
Cara Pembuatan Keris Pusaka Jawa
Senjata paling awal dikenal oleh masyarakat Bangsa Indonesia terutama Jawa setelah bambu runcing adalah keris. Keris merupakan sebuah senjata tajam yang terbuat dari bahan paduan (alloy) logam pilihan dari jenis tertentu yang menyimpan sejuta nilai histories yang tinggi.
Melihat sejarah Bangsa Indonesia bahwa keris terbukti mampu mengalahkan senjata api (senjata modern waktu itu).
Ini merupakan satu bukti bahwa sebuah keris memiliki kekuatan yang tidak dapat diremehkan begitu saja.
Kalau masih ada yang beranggapan bahwa senjata keris merupakan senjata masa lampau yang sangat lemah kekuatannya itu merupakan persepsi yang tidak benar.
Senjata tajam sekarang seperti pedang, tombak, pisau, golok, dan banyak lagi tidaklah sama dengan keris dalam hal kekuatan dan keampuhannya.
Perbedaannya sangat jauh sekali, mulai dari bahan dasarnya sampai dengan proses pembuatannya.
Hal ini disebabkan karena pemilihan bahan (material), proses pembuatan dan perlakuan (heat treatment) yang jauh berbeda.
Penelitian tentang kekuatan sebuah keris sudah banyak dilakukan yang menunjukkan adanya keunikan pada struktur mikronya.
Dan inilah yang ternyata menjadikan kekuatan sebuah keris sangat luar biasa.
Kekuatan dari senjata tajam berupa keris ini adalah mampu menahan beban tekan yang tinggi, beban puntir yang tinggi, beban tekuk (bending) yang tinggi, beban momen yang tinggi.
Dengan kata lain sebuah keris ternyata mampu untuk menahan dari semua jenis pembebanan.
Senjata tajam sekarang apakah ada yang sudah dapat memenuhi semua pembebanan tersebut diatas?
Senjata tajam sekarang belum ada yang mampu membandingi atau melebihi kekuatan keris pusaka.
Ini merupakan suatu pertanyaan besar mengapa senjata sekarang belum mampu menyamai atau bahkan melebihi kekuatan senjata keris.
Rahasianya terletak pada proses pembuatannya.
Sebenarnya material dasar dari keris juga sangat menentukan kekuatan dari keris tersebut.
Namun proses pembuatan juga sangat berpengaruh terhadap kekuatan sebuah keris bahkan lebih signifikan dari pada material dasarnya.
Pada beberapa penelitian yang sudah dilakukan menunjukkan hasil bahwa cara membuat keris menurut empu zaman dahulu yaitu dengan cara bahan baku pembuat keris dari bentuk batangan dipipihkan terlebih dahulu, lalu dilipat-lipat seperti halnya melipat selembar kertas.
Semakin banyak menggunakann lipatan maka kekuatan sebuah keris akan semakin tinggi.
Jadi semakin tinggi kekuatan sebuah keris berarti dibutuhkan lebih banyak lipatan.
Proses pembuatan lipatan sebanding dengan waktu (lama pembuatan).
Semakin banyak lipatan otomatis akan memakan banyak waktu untuk mengerjakannya.
Makanya pada zaman dahulu oleh seorang empu dalam pembuatan sebuah keris saja dapat memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun yang disesuaikan dengan kekuatan sebuah senjata keris yang ingin diciptakan.
Proses pembuatan sebuah keris secara garis besar adalah sebagai berikut: dari material dasar berupa logam dengan berbagai paduan seperti baja dan juga bahan meteor dipanasi sampai suhu austenisasi.
Penentuan suhu austenisai ini sangat tergantung pada kandungan Carbon yang terdapat pada material dasar tersebut.
Setelah mencapai suhu austenisasi bahan keris dipipihkan dengan cara dipukul berkali-kali sampai permukaannya tipis dan datar.
Lalu bahan tersebut dilipat menjadi dua bagian dan dipipihkan sampai tipis dan datar lagi dengan cara dipanaskan terlebih dahulu.
Proses ini dilakukan berulang-ulang sebanyak mungkin tergantung seberapa kuat keris yang ingin diciptakan.
Semakin banyak jumlah lipatan yang dilakukan maka kekuatan sebuah keris akan semakin baik.
Dengan menggunakan metode lipatan-lipatan tersebut ternyata menjadikan sebuah keris akan mampu menahan pembebanan dari semua jenis pembebanan yang tidak dimiliki oleh senjata tajam masa kini.
Apabila dibandingkan dengan senjata tajam masa kini, keris yang di buat oleh empu zaman dahulu jauh lebih tinggi dalam hal kekuatan dan keampuhannya.
Proses Pembuatan Keris (Versi Empu Zaman Dahulu)
Keris merupakan sebuah senjata tajam yang terbuat dari paduan (alloy) logam pilihan jenis tertentu yang menyimpan sejuta nilai histories yang tinggi. Melihat sejarah Bangsa Indonesia bahwa keris terbukti mampu mengalahkan senjata api (senjata modern waktu itu). Ini merupakan satu bukti bahwa sebuah keris memiliki kekuatan yang tidak dapat diremehkan begitu saja. Kalau masih ada yang beranggapan bahwa senjata keris merupakan senjata masa lampau yang sangat lemah kekuatannya itu merupakan persepsi yang tidak benar.
Senjata tajam sekarang seperti pedang, tombak, pisau, golok, dan banyak lagi tidaklah sama dengan keris dalam hal kekuatan dan keampuhannya. Perbedaannya sangat jauh sekali, mulai dari komposisi kimia yang terkandung sampai dengan struktur mikro penyusunnya. Hal ini disebabkan karena pemilihan material, proses pembuatan dan perlakuan (heat treatment) yang jauh berbeda.
Penelitian tentang kekuatan sebuah keris sudah banyak dilakukan yang menunjukkan adanya keunikan dalam struktur mikro. Dan inilah yang ternyata menjadikan kekuatan sebuah keris sangat luar biasa. Kekuatan dari senjata tajam berupa keris ini adalah mampu menahan beban tekan yang tinggi, beban puntir yang tinggi, beban tekuk (bending) yang tinggi, beban momen yang tinggi. Dengan kata lain sebuah keris ternyata mampu untuk menahan dari semua jenis pembebanan.
Senjata tajam sekarang apakah ada yang sudah dapat memenuhi semua pembebanan tersebut diatas? Senjata tajam sekarang belum ada yang mampu membandingi atau melebihi kekuatan keris pusaka. Ini merupakan suatu pertanyaan besar mengapa senjata sekarang belum mampu menyamai atau bahkan melebihi kekuatan senjata keris.
Rahasianya terletak pada proses pembuatannya. Sebenarnya material dasar dari keris juga sangat menentukan kekuatan dari keris tersebut. Namun proses pembuatan juga sangat berpengaruh terhadap kekuatan sebuah keris bahkan lebih signifikan dari pada material dasarnya.
Pada beberapa penelitian yang sudah dilakukan menunjukkan hasil bahwa cara membuat keris menurut empu zaman dahulu yaitu dengan cara bahan baku pembuat keris dari bentuk batangan dipipihkan terlebih dahulu, lalu dilipat-lipat seperti halnya melipat selembar kertas. Semakin banyak menggunakann lipatan maka kekuatan sebuah keris akan semakin tinggi. Jadi semakin tinggi kekuatan sebuah keris berarti dibutuhkan lebih banyak lipatan.
Proses pembuatan lipatan sebanding dengan waktu (lama pembuatan). Semakin banyak lipatan otomatis akan memakan banyak waktu untuk mengerjakannya. Makanya pada zaman dahulu dalam pembuatan sebuah keris saja dapat memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun yang disesuaikan dengan kekuatan sebuah senjata keris yang ingin diciptakan.
Proses pembuatan sebuah keris secara garis besar adalah sebagai berikut: dari material dasar berupa logam dengan berbagai paduan seperti baja dan juga bahan meteor dipanasi sampai suhu austenisasi. Penentuan suhu austenisai ini sangat tergantung pada kandungan Carbon yang terdapat pada material dasar tersebut.
Setelah mencapai suhu austenisasi bahan keris dipipihkan dengan cara dipukul berkali-kali sampai permukaannya tipis dan datar. Lalu bahan tersebut dilipat menjadi dua bagian dan dipipihkan sampai tipis dan datar lagi dengan cara dipanaskan terlebih dahulu. Proses ini dilakukan berulang-ulang sebanyak mungkin tergantung seberapa kuat keris yang ingin diciptakan. Semakin banyak jumlah lipatan yang dilakukan maka kekuatan sebuah keris akan semakin baik.
Dengan menggunakan metode lipatan-lipatan tersebutlah yang ternyata menjadikan sebuah keris akan mampu menahan pembebanan dari semua jenis pembebanan yang tidak dimiliki oleh senjata tajam masa kini.
sumber: bloggeramin.wordpress.com/Muh Amin











